BEKAL MENCARI KERJA ADALAH CALISTUNGTIK

Bekal mencari kerja di abad 21 adalah baca, tulis, hitung dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Demikian ungkap Direktur Pembinaan SMA, Harris Iskandar dalam satu tulisan di websites Kemendikbud pusat. Sayangnya, dalam kurikulum 2013, TIK dihapuskan dan digantikan dengan mata pelajaran Prakarya yang menimbulkan protes para guru TIK/KKPI nasional.

CITRA PENDIDIKAN DI INDONESIA(1)

Bagi banyak orang di dalam dan luar dunia pendidikan, Indonesia menampilkan citra tidak begitu jelas, galau, dan bahkan kacau. Pada tingkat internasional, jika orang yang cukup well-informed ditanya tentang pendidikan Indonesia, hampir bisa dipastikan ia nyaris tidak punya jawaban instan.

JADI GURU DI ALMAMATER -Bagian II

Tidak akan pernah ada yang mudah dalam kehidupan ini jika senantiasa dibuat sulit. Atau sebaliknya, tidak ada sesuatu yang sulit jika dilakukan dengan penuh kesederhanaan. Mengabdi pada kehidupan adalah kewajiban semua manusia beradab.

JADI GURU DI ALMAMATER - Bagian I

Kepada para siswa kelas XII, Bu Yos mengenalkan saya sebagai guru baru yang mengampu mata pelajaran ekonomi. Ucapan pertama, saya katakan sebagai alumni tahun 1980/1981.

MENGENALI MASALAH YANG SEDANG TERJADI DI SMA MASEHI KEBUMEN - Bagian Pertama

Masalah dalam dunia pendidikan di lingkungan SMA Masehi Kebumen adalah faktor penyelenggaraan proses belajar mengajar yang sesuai dengan visi, misi dan aturan internal lembaga dikaitkan dengan visi dan misi pembangunan bidang pendidikan nasional.

Tampilkan postingan dengan label inovatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inovatif. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2013

Menuju SMA Plus Bagian I



Oleh: Toto Karyanto

Ketika berbincang dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Dra. Tri Handari, saya sempat menanyakan beberapa hal tentang hasil kordinasinya dengan Pengawas SMA di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen yang memberi pilihan bagi SMA Masehi Kebumen agar ditutup atau dihentikan kegiatan belajar mengajarnya karena jumlah peserta didik tidak memenuhi syarat minimal. Dengan gaya dan suara khas, beliau menampik pilihan itu dengan alasan bahwa SMA Masehi Kebumen tetap berjalan dengan segenap kendala yang harus dihadapi agar mampu memberi peluang bagi siswa (peserta didik) yang miskin secara ekonomi tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah ini sesuai dengan amanat Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Atas jawaban tersebut, secara pribadi, alumni SMA Masehi Kebumen dan Generasi Muda Tentara Pelajar saya memberi apresiasi sangat tinggi. Bahkan beliau menyatakan optimismenya bahwa tahun pelajaran 2014/2015 SMA Masehi Kebumen dapat memulai langkah menuju SMA Plus Kewirausahaan. Artinya, kurikulum SMA Masehi tetap mengacu pada kurikulum nasional (2013) dengan kegiatan ekstra kurikuler yang berisi aneka kegiatan kewirausahaan.

Mungkin ada pertanyaan seputar kesiapan sekolah, terutama ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta dana. Tentu saja, hal tersebut telah dipikirkan cukup matang agar penyelenggaraannya dapat berjalan dengan benar dan baik. Dalam hal ini, sistem yang akan diterapkan adalah progresif. Suatu sistem sederhana yang mudah dipahami dan akan terus diperbaiki selama proses penyelenggaraan. 

Sebagai gambaran awal, muatan lokal yang biasanya diisi dengan pelajaran Bahasa Jawa akan ditingkatkan menjadi OVOP (One Village One Product) Kerajinan Anyaman Pandan bekerjasama dengan Kluster Anyaman Pandan di Kecamatan Karanganyar dan Karanggayam untuk teknis produksi serta Himpunan Perajin Anyaman Indonesia (Hipando) Pusat untuk pengembangan desain dan pemasaran produk. OVOP Kerajinan Anyaman Pandan adalah satu tema besar yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai bidang utama dalam Riset Unggulan Daerah yang dilombakan dan tengah berjalan. Produk dasar anyaman pandan yang dalam istilah lokal disebut complong produksi para perajin anyaman pandan Kabupaten Kebumen selama ini dianggap yang terbaik untuk bahan baku produk-produk kerajinan berbasis anyaman pandan di Tasikmalaya, D.I. Yogyakarta dan Bali. 

Dengan adanya perubahan isi muatan lokal ini, peserta didik dilatih untuk mampu memahami dan memanfaatkan potensi besar yang ada di lingkungan sekitarnya. Sehingga kendala sumber daya dan sarana dapat diminimalkan. Bahkan diangkat ke permukaan sebagai satu kekuatan yang memadai. Siswa dilatih dengan materi tentang kecakapan hidup (life skill) dan berwawasan kewirausahaan. Potensi kreatif yang ada pada diri setiap siswa diarahkan untuk secara terus menerus digali dan dikembangkan secara optimal untuk hal-hal positif dan inovatif. Di sisi inilah, pembangunan karakter manusia Indonesia yang merdeka dalam arti luas akan tumbuh dan berkembang. (bersambung)       

Sabtu, 05 Oktober 2013

ANTARA SOCIOPRENEURSHIP DAN OVOP


Wirausaha sosial adalah individu yang memiliki solusi inovatif untuk mengatasi masalah sosial dengan cara mengubah sistem, memberikan solusi dan memengaruhi masyarakat untuk melakukan perubahan. Awalnya ia bertindak dalam skala lokal kemudian dapat diperluas. Inovasi yang dikembangkan adalah solusi inovatif dan menciptakan kesempatan baru. Misi sosialnya mengatasi masalah sosial yang paling menekan. Dampak dari adanya wirausaha sosial ini adalah perubahan skala luas, mengubah sistem dan menyebar luaskan solusi (Bill Drayton, CEO and Chair of Ashoka).

OVOP pada dasarnya adalah upaya pengembangan sumber daya ekonomi lokal berbasis budaya dalam suatu bentuk produk atau jasa yang dapat diterima secara global (local yet global), kepercayaan diri dan kreativitas (self reliance and creativity) serta pengembangan sumber daya manusia. OVOP digagas untuk mengatasi masalah lokal perfektur Oita di Jepang yang tidak memiliki sumber daya yang memungkinkan investasi untuk pengembangan ekonomi berbasis teknologi tinggi. Akhirnya diputusakan untuk mengembangkan bidang pertanian dan perikanan yang pada akhirnya membawa kemakmuran bagi masyarakatnya.

Kisah sukses OVOP diadopsi dalam beragam aplikasi di berbagai negara. Thailand bahkan dianggap sebagai satu diantara berbagai negara yang mampu menyerap dan mengembangkan gagasan OVOP melalui OTOP (One Tambon One Product). Tambon adalah istilah lokal untuk sebutan desa atau kawasan pedesaan. Mereka menghadirkan internet disetiap tambon agar aktivitas produktif dan kreatif masyarakat dapat disajikan secara nyata dan terbaru. Satu prestasi yang kini diunggulkan dalam OTOP adalah paket wisata air Chao Praya River. Paket yang sebenarnya tak begitu istimewa ini dikemas dalam beragam bentuk pertunjukan dan festival.

Indonesia adalah sebuah komunitas besar, Indonesia adalah sebuah kekayaan, jika kita mampu memadukan berbagai potensi dan daya yang kita miliki untuk pembangunan sosial. Kerjasama dan hubungan yang saling memajukan perlu kita perkuat di berbagai lini.
Dalam konteks pembangunan sosial, ada suatu kebutuhan untuk memadukan upaya-upaya dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat dengan pendekatan-pendekatan yang berkesinambungan. Atau dengan kata lain melakukan upaya pembangunan sosial melalui langkah-langkah kewirausahaan. Demikian isi sambutan Ketua Dewan Pembina AKSI (Asosisasi Kewirausahaan Sosial Indonesia) yang juga pendiri LSM Bina Swadaya yang menerbitkan majalah pertanian terkenal “Trubus”.

Berkembangnya aktivitas kewirausahaan di tengah masyarakat Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang sangat menarik. Kehadiran internet membuat banyak peluang terjadinya transaksi online. Bahkan bila kita cermati di dua media social terbanyak penggunanya yakni Facebook dan Twitter, aneka penawaran bisnis online hampir setiap saat dengan beragam jenis komoditas dan transaksi. Sayangnya, kesempatan besar itu belum mampu dimanfaatkan secara optimal karena kecenderungan pengguna media sosial tadi cenderung pasif dan tidak kreatif. Kebiasaan copy paste dan menjadi partisipan pasif yang hanya memberi apresiasi sederhana dengan cara menyukai produk atau hasil karya orang lain (tanda suka/like) adalah keadaan yang tidak mendukung penggalian potensi kreatif dan pengembangan upaya inovatif. 
Diberdayakan oleh Blogger.